Skip to content Skip to footer

Pengertian SEO on Page dan Cara Mengoptimasinya

Dari sekian teknik SEO, SEO on Page adalah salah satu yang perlu dilakukan agar sebuah website dapat teroptimasi dengan baik. Dengan menerapkan teknik ini, sebuah website atau halaman bisa mendapatkan peluang untuk meraih peringkat tinggi di mesin pencari. Selain itu tentu saja ini bisa menambah traffic pada halaman atau website tersebut.

Bagi kamu yang masih awam, pasti ingin tahu apa itu seo on page? Lalu bagaimana cara melakukannya? Mari kita kulik lebih lanjut pada artikel ini.

Apa Itu SEO On Page?
Apa Itu SEO On Page? Gambar oleh Johan Puisais dari Pixabay

Apa Itu SEO On Page?

SEO on Page atau on-site SEO adalah sebuah cara untuk mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari. Pada dasarnya, yang diotak-atik berhubungan dengan konten. Bagaimana caranya konten pada website bisa menjadi relevan dan memiliki kualitas yang tinggi.

Apa saja elemen yang harus diperhatikan? Catat ya, dalam mengoptimalkan pakai teknik ini kamu perlu memperbaiki tag judul, struktur konten, meta description, internal link, URL, site speed hingga gambar dan alt text. Jika sudah memperhatikan hal-hal tersebut, konten pada websitemu akan mendapatkan rate keahlian, otoritas hingga kepercayaan yang tinggi.

Kenapa Harus Pakai Seo on Page?

Kalau ingin Google memahami isi dari kontenmu, maka sangat penting untuk menerapkan SEO on Page pada setiap konten websitemu. Dengan begitu, mesin pencari bisa mengetahui apakah kontenmu relevan dengan kueri pencari. Manfaatnya apa ya? Ketika kontenmu bisa diterima oleh mesin pencari lalu pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci yang sesuai, maka kontenmu akan tampil sebagai yang utama. Saat itu terjadi, tentu saja kamu akan mendapatkan traffic atau lalu lintas yang tinggi.

Cara Melakukan SEO On Page

Cara Melakukan SEO On Page
Cara Melakukan SEO On Page Gambar oleh Lalmch dari Pixabay

Untuk mengoptimasi sebuah halaman dengan teknik SEO On Page, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

1. Membuat konten yang berkualitas

Apa sih yang menjadi tolok ukur sebuah konten dikatakan berkualitas? Jadi, ada yang namanya EAT (Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness) yang menjadi framework Google dalam menilai dan memahami sebuah konten. Dengan EAT tersebut, Google akan menilai pembuat konten, halaman dan website secara keseluruhan. Jadi, singkatnya konten berkualitas akan memenuhi beberapa aspek seperti relevansi, perspektif unik, analisa yang orisinal, tidak merupakan duplikasi, hingga gaya penulisan yang baik dan menarik.

2. Judul yang menarik

Ketika mencari di Google, pengguna akan memasukkan kata kunci yang kemudian akan memunculkan halaman-halaman yang relevan. Pengguna akan memilih salah satu atau beberapa di halaman pertama yang menurutnya menarik. Darimana? Tentu dari judul dan juga deskripsi yang tampak. Oleh karena itu, buatlah judul yang menarik namun tidak meninggalkan unsur dari kata kunci.

3. Memperhatikan meta deskripsi

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, deskripsi juga harus diperhatikan. Jumlahnya lebih banyak dari judul sehingga kamu bisa agak leluasa mengekspresikan kata-kata yang menarik. Dalam meta deskripsi, tuliskan poin-poin yang memancing perhatian tanpa menjelaskannya secara gamblang.

4. Maksimalkan heading

Dalam membuat konten, ada yang disebut dengan Heading dan subheading atau kamu mungkin mengenalnya dengan H1, H2 dan seterusnya. Ini adalah tag yang digunakan untuk mengidentifikasi judul, sub judul hingga jenis teks lainnya. Meski tak berkaitan langsung dengan peringkat website, namun heading bisa membuat pengguna nyaman ketika membaca. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan heading untuk memasukkan kata kunci sehingga konten semakin SEO-friendly.

5. Menyeimbangkan kebutuhan SEO dan pengguna

Memang benar untuk mendapatkan ranking tinggi di Google, menerapkan teknik-teknik SEO sangatlah penting. Namun jangan lupa untuk memperhatikan kebutuhan pengguna. Artinya, kamu mungkin harus menyesuaikan gaya penulisan hingga bagaimana cara menyelipkan kata kunci sehingga tetap nyaman dibaca. Terlalu banyak meletakkan kata kunci mungkin akan membuat pengguna jadi ‘sakit mata’.

6. Mengoptimasi gambar

Bukan hanya memilih gambar yang relevan dengan konteks, namun juga elemen-elemen yang ada di dalamnya. Misalnya pada penamaan gambar, pemilihan kata kunci pada alt text. Dengan mengoptimalkan dari segi gambar, bukan tidak mungkin jika kamu juga mendapatkan traffic dari pencarian gambar.

7. Melakukan pemantauan konten

Ketimbang mengedit, banyak pemilik website yang lebih senang membuat konten baru pada halaman baru. Bukan salah, namun ada baiknya juga pada konten-konten lama yang potensial juga dilakukan pemantauan. Jika secara analisa masih bisa berpotensi untuk memenangkan ranking atau mempertahankannya, update secara berkala konten-konten tersebut.

Menerapkan SEO On Page mungkin memang butuh banyak waktu dan tenaga. Namun perlu diingat bahwa SEO adalah investasi jangka panjang. Jadi menerapkannya sangatlah dianjurkan untuk peringkat website secara keseluruhan. Selain itu ini juga berkaitan dengan kepercayaan yang didapatkan.

Tidak memiliki waktu yang banyak untuk menerapkan teknik SEO on Page? Kamu bisa menggunakan jasa digital marketing seperti Optimasi. Ahli dan para master di bidang SEO bisa memberikan hasil yang tepat untuk kebutuhan websitemu.

Leave a comment

0.0/5