Skip to content Skip to footer

Apa itu CTR dan Cara untuk Meningkatkannya

Dalam digital marketing, CTR adalah elemen yang penting. CTR dianggap sebagai salah satu faktor yang menentukan seberapa berkualitas dan sukses sebuah website. Saat angka CTR rendah, artinya ada yang perlu dibenahi dari segi konten.

Apa sih sebenarnya CTR itu? Bagaimana cara menghitung dan membuatnya teroptimasi dengan maksimal? Ini dia panduan lengkap untuk kamu yang sedang kebingungan soal CTR.
Apa itu CTR?

Secara harfiah, CTR atau click through rate adalah perbandingan jumlah klik dengan jumlah impresi. Biasanya yang dihitung berdasarkan hasil pencarian organik, yang tidak berbayar. Impresi sendiri adalah seberapa banyak sebuah halaman website muncul di hasil pencarian Google.

Untuk menghitung CTR cukup mudah yaitu dengan membagi jumlah klik dengan jumlah impresi kemudian mengkalikannya dengan 100. Semakin tinggi CTR, maka semakin bagus kualitas sebuah website. Google sangat suka pada website yang memiliki CTR tinggi karena dianggap sebagai halaman yang solutif untuk pencari.

Cara Meningkatkan CTR

ctr adalah
ctr adalah Gambar oleh Markus Winkler dari Pixabay

Setidaknya ada lima cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat CTR website meningkat. Yaitu:
Memahami audiens Seringkali pemilik website menganggap bahwa membentuk audiens tidak terlalu penting. Jadi asal berjumlah banyak, maka tidak apa. Padahal membentuk atau mengerti seperti apa audiens yang ingin dijangkau penting dalam pembuatan konten. Tanpa mengerti audiens apa yang akan dituju, konten yang dibuat bisa jadi tidak terarah bahkan tidak tepat sasaran.

Karena itu, penting untuk melakukan riset kata kunci terlebih dahulu. Begini kira-kira penjelasannya, ketika kamu ingin menulis sebuah topik kemudian muncul sebuah kata kunci. Lakukan riset terlebih dahulu, apakah orang atau audiens dari kata kunci tersebut sudah cukup banyak atau tidak ada sama sekali? Dari sana kamu bisa menentukan, kira-kira topik atau kata kunci tersebut lebih baik dikerjakan atau tidak.

Pada proses riset kata kunci inilah kamu jadi tahu apa yang diinginkan oleh audiens. Ini sama seperti tahap pedekate sebelum berpacaran ya, jadi kamu berkenalan dulu dengan mencari tahu apa yang disukai dan tidak disukai dari targetmu.

Perhatikan kualitas judul dan meta description

Bayangkan, hanya butuh beberapa detik saja untuk seorang pengguna mesin pencari memilih website mana yang akan dikunjungi ketika mencari sesuatu. Jadi, kamu juga harus tampil semenarik mungkin agar pengguna tersebut melirikmu. Bagaimana caranya?

Buatlah judul yang berkualitas dan menarik serta ringkasan isi halaman atau meta description. Dua hal ini adalah yang muncul di halaman hasil pencarian dan menjadi garda paling depan untuk memperebutkan perhatian pengguna. Ketika keduanya terlihat menarik, tak biasa, mencolok, mengundang dan tampak terpercaya, pengguna akan melakukan klik.

Beberapa tips bisa dilakukan seperti membuat konten listicle dengan angka pada judulnya. Cara ini jadi salah satu yang terbukti meningkatkan CTR dibandingkan judul yang tidak mengandung angka. Selain itu, jangan lupa untuk memaksimalkan 130 karakter untuk mengisi meta description. Lebih dari itu, Google akan memotong meta description kamu.

Gunakan structured markup

Selain judul dan meta description, pada halaman hasil pencarian biasanya muncul juga rating website. Ini adalah salah satu wujud dari website yang menggunakan structured markup atau schema markup. Ini adalah kode yang ditambahkan pada konten untuk meningkatkan CTR. kore ini bisa berupa rating, waktu event, review dalam bentuk bintang sampai harga.

Untuk bisa menambahkan hal ini, kamu bisa menggunakan plugin. Beberapa plugin yang populer dan sering digunakan adalah Schema Pro, WP Product review, WP review dan All in one schema rich snippet.

Dengan menampilkan tambahan informasi seperti ini, pengguna mendapatkan sedikit lebih banyak informasi tentang halaman website. Ini juga menjadi pancingan agar pengguna mau melakukan klik untuk mengetahui informasi lebih detail. Jadi tak ada salahnya untuk dicoba.

Optimasi featured snippets

Pernah tidak ketika mencari sesuatu di Google, kemudian di halaman pertama pada hasil paling atas ada beberapa kata yang dicetak tebal? Nah inilah metode featured snippets. Dengan fitur ini, Google akan menampilkan jawaban singkat dari keyword yang dicari. Google memilih website yang dirasa paling memberi solusi dan tentunya relevan dengan kata kuncinya.

Biasanya kata-kata dicetak tebal ini diambil dari konten atau halaman website nomor satu namun tidak menutup kemungkinan bisa diambil dari yang berada di bawahnya. Intinya, konten memang harus solutif untuk bisa mendapatkan fitur ini. Dari penelitian Ahrefs, 8,6% CTR organik didapat oleh konten yang menggunakan featured snippets.

Untuk menggunakan fitur ini tidak dapat diatur oleh pemilik website namun ditentukan oleh Google sendiri. Sebagai penulis atau pembuat konten, cek dan riset kata kunci terlebih dahulu. Kemudian pastikan bahwa isi konten adalah jawaban atau penjelasan dari kata kunci tersebut. Dan tak lupa, maksimalkan heading H1, H2, H3, dan sebagainya dengan fokus kata kunci di H2.

Pastikan konten berkualitas

Mengejar tingkat CTR memang penting, tapi memastikan bahwa konten yang dibuat berkualitas juga tak boleh disepelekan. Dengan begitu, pembaca akan puas dan senang ketika melakukan klik pada websitemu. Kamu juga akan meninggalkan sebuah laman jika isinya tidak relevan dan hanya masuk karena clickbait, bukan?

Jika tidak memperhatikan kepuasan pembaca, websitemu bisa memiliki bounce rate yang tinggi. Ini adalah persentase waktu pembaca meninggalkan sebuah halaman yang bisa dilihat dari Google Analytic. Jika bounce rate tinggi, maka konten di halaman itu diindikasi tidak berkluatisa. Selain itu, ini juga akan mempengaruhi CTR.

Leave a comment

0.0/5